SETAN DALAM DIRIKU


Seberapun berusaha menjadi baik, manusia akan selalu menjadi abu-abu,
Tak perlu jauh-jauh mencari di mana setan itu berada,
Dia ada di dalam diriku,
Ia masuk melalui nafsu dan mengalir di setiap aliran darahku,

Manakala aku marah namun tidak sanggup menahan marahku,
Manakala kerudung yang kupakai membuatku angkuh dalam beragama,
Manakala aku menghakimi orang lain tanpa sebab,
Manakala kebodoh-bodohanku membuat aku mendzolimi orang lain tanpa aku sadari,

Bukan takdirku menjadi malaikat,
Bukan takdirku menjadi bidadari surga,
Kodratku sebagai manusia biasa,
Diberi keistemewaan untuk ‘memilih’ menjadi taat atau tidak taat,

Semakin aku berusaha untuk menjadi lebih baik,
Semakin menyadari bahwa aku manusia biasa,
Penuh keterbatasan dan kelemahan,
Perlu banyak ibadah sosial,
Perlu teman sholeh/ah,
Senantiasa mengingatkan ketika iman melemah,

Apakah baik mengebiri nafsu dalam diri ?
Sehingga hilang hasrat hidup ini,
Berharap cepat mati,
Tanpa peduli apa yang terjadi,
Tak berkontribusi apa pun pada semesta ini,

Kekejaman apa lagi yang harus aku sadari?
Tiap hari ku bunuh makhluk lain,
Ku bunuh ayam, kambing dan sapi,
Ku ambil hasil bumi tak henti-henti,
Mereka makhluk tidak pernah menolak perintah Gusti,
Sedangkan aku?
Diperingatkan berkali-kali pun kadang tak masuk ke hati,

Lalu aku harus bagaimana Gusti?
Sudahku terima kelemahanku,
Namun belum sanggup mengelola nafsuku,
Dari nafsu ammarah ke nafsu mutmainnah,
Perlu proses yang tidak mudah,

Bukankah menjadi lebih baik, juga perlu nafsu?
Yang mengarahkan ke tempat yang dituju-tuju,
Sehingga merasakan dekapan Tuhan-ku,

Entah berapa lama ku menunggu,
Sehari dua hari tidak cukup,
Perlu mencoba berkali-kali,
Gagal bertubi-tubi,
Menahan sakit berkali-kali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing Peliharaan