Yuk Bikin Target Berzakat, Agar Semangat dalam Berkarya!





Seringkali saya mendengar pernyataan teman-teman saya. Buat apa mengejar dunia yang sementara? Toh harta benda tidak untuk dibawa mati. Padahal kita bisa loh membawa harta benda kita di akhirat. Caranya adalah dengan menjalankan rukun islam nomer tiga. Yakni berzakat.

Jangan bilang saya tidak cinta harta. Saking cintanya saya berusaha keras mencarinya kemudian zakatkan. Kalau hanya untuk hidup sendiri, saya rasa cukup untuk bayar kos, makan sebulan dan bayar listrik. Namun, saya berusaha mencari apa yang melebihi kebutuhan saya.

Pernahkah teman-teman menjadi panitia suatu pengajian? Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk suatu pengajian. Uang ratusan ribu terkadang kurang. Bisa jutaan bahkan puluhan juta. Mengapa kita tidak berinisiatif untuk menjadi donatur?

Pendapat Yusuf Qardhawi dalam perhitungan zakat profesi yakni:
1. Secara langsung, zakat dihitung dari 2,5 persen dari penghasilan kotor (brutto) secara langsung, baik dibayarkan bulanan atau tahunan. Metode ini lebih tepat dan adil bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 5.000.000 tiap bulan, maka wajib membayar zakat sebesar: 2,5% x 5.000.000 = Rp 125.000 per bulan atau Rp 1.500.000 per tahun.

2. Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok (netto), zakat dihitung 2,5 persen dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adil diterapkan bagi mereka yang penghasilannya pas-pasan. Contoh: Seseorang dengan penghasilan Rp 2.000.000,- dengan pengeluaran untuk kebutuhan pokok Rp 1.000.000 tiap bulan, maka wajib membayar zakat sebesar : 2,5% x (2.000.000 – 1.000.000) = Rp 25.000 per bulan atau Rp 300.000,- per tahun.
Lalu, berapa jumlah target zakat teman-teman dalam satu bulan? Tinggal dikalkulasikan saja sesuai dengan jumlah prosentase di atas. 

Misal, saya mentargetkan untuk mengeluarkan zakat profesi sebanyak Rp 125.000,00 sebulan. Rp 250.000,00 itu 2,5% dari Rp 10.000.000,00. Padahal gaji saya sekarang belum mencapai angka itu. Dengan target berzakat, membuat otak saya terus berpikir. Kerja apa lagi ya supaya bisa nambah penghasilan?

Maka sebab itu, mari kita buat TARGET BERZAKAT! Agar selalu memiliki semangat dalam berkarya!



Rujukan:
http://nasional.kompas.com/read/2012/07/19/16305020/bagaimana.cara.zakat.penghasilan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Sumatera Barat

Mengapa Wanita Cantik Terkadang Pasangannya Tidak Tampan?