Keajaiban Dzikir dalam Mendamaikan Pikiran





Apakah teman-teman pernah merasakan hal ini? Pikiran meloncat-loncat dari hal satu ke hal yang lain? Sulit fokus, terlalu banyak memikirkan hal yang tidak perlu, banyak menilai, dsb. Sehingga ada yang menyebut pikiran ini sebagai pikiran monyet. 

Bila pikiran monyet sedang melanda, sulit sekali untuk fokus. Dan hal ini menjadi gangguan dalam menyelesaikan pekerjaan. Apakah kita mampu menjadi seorang profesional apabila kita kesulitan untuk fokus?

Pikiran adalah salah satu pintu setan untuk menggoda manusia. Caranya dengan menghiasi kebatilan dan kejahatan, agar tampak dalam sebagai kebenaran dan kebaikan. Sehingga manusia kesulitan membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Bentuk penyesatan ini disebut dengan “talbis” (pembiasan kebenaran dengan kebatilan). Orang yang terkena hiasan talbis ini disebut menderita penyakit “syubhat”. Dalam kitab-Nya, Allah berfirman:

“Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur`an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur`an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya selain Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, ‘Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.’” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” (QS Ali ‘Imran: 7)

Setan memasuki wilayah akal manusia melalui lintasan pikiran (khawaathir) dan kemudian secara perlahan membangun struktur logika baru dalam pemikirannya, yang membingkai persepsi baru inilah yang menjadi rule of thingking.

 “…Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)-Nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.” (QS An-Najm: 23)

Cara yang biasa saya gunakan untuk mendamaikan pikiran adalah dengan berhenti melakukan apa pun yang sedang saya kerjakan, kemudian menyepi, dan berdzikir. Cukup 15-30 menit saja manfaatnya sudah luar biasa sekali. Berikut ini dzikir favorit saya:



Teman-teman juga bisa membaca dzikir secara lengkap. Yakni dengan membaca kalimat tasbih ( Subhanallah ), tahmid (Alhamdulillah ), takbir (Allahu Akbar), tahlil (la ilaha illallah) dalam satu waktu sekaligus. Semoga saja dengan ulasan saya ini, mampu mendamaikan pikiran teman-teman yang sedang ditimpa kekalutan.

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).


Rujukan:

http://almanar.co.id/takiyatun-nafs/cara-setan-memasuki-jiwa-manusia.html
https://bramardianto.com/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing Peliharaan