Hati yang Tenang

Ketika setan menghembuskan perasaan iri dan benci ke dalam dada manusia, seketika manusia berubah menjadi budak hawa nafsu.
Keimanan goyah, hati terbakar amarah.
Keperihan demi keperihan terurai.
Yang tersisa hanya luka yang menganga.
Betapa beruntungnya orang-orang yang jiwanya tentram dan damai. Lidah dan hatinya disibukkan dengan kalimat laa..illa...ha illallah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Sumatera Barat

Mengapa Wanita Cantik Terkadang Pasangannya Tidak Tampan?