Mengolah Sampah Organik

Awal mula saya aktif di kegiatan pelestarian lingkungan adalah ketika saya gabung di Sobat Bumi Indonesia sekitar akhir tahun 2013. Jujur, saya merasa bingung ketika berada di forum ini. Saya jauh lebih dulu menjadi aktivis sosial daripada aktivis lingkungan. Dan saya kuliah di FIB, di mana yang saya pelajari adalah rumpun ilmu humaniora. Saya hanya pernah menulis tulisan mengenai sampah di tahun 2012. 

Waktu itu saya dan teman-teman saya observasi ke TPA Jatibarang dan wawancara dengan Dinas Kebersihan Kota Semarang. Di Semarang sendiri sudah terdapat undang-undang mengenai pengelolaan sampah. 

(Bisa diunduh link berikut: http://ciptakarya.pu.go.id/plp/upload/peraturan/Perda_Sampah_Kota_Semarang_No_6_Th_2012.pdf)


Pengalaman luar biasa saya dan teman-teman dapat mengunjungi TPA Jatibarang. Jalan menuju TPA tersebut banyak yang berlubang. Ketika sampai TPA baunya luar biasa, sampai kepala menjadi pusing. Kemudian saya wawancara dengan petugas setempat dan mendapatkan informasi bahwa yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang saat itu hanya mengangkut sampah dari rumah-rumah warga, diangkut ke TPS (Tempat Penampungan Sementaa) kemudian dibawa ke TPA (Tempat Penampungan Akhir). Ada pabrik pengolahan sampah disekitar situ namun yang mengelola pihak swasta.


Saya belajar mengenai green life style justru dari teman-teman saya dalam satu forum. Rasanya aneh sekali ya harus membiasakan diri dengan kebiasan baru, seperti mengurangi penggunaan tissue dan menggunakan kertas bekas. Kemudian ibu saya memperkenalkan saya dengan teman ibu, yaitu pak Heru Santoso yang merupakan aktivis lingkungan. Saya diajarkan mengenai mengolah sampah organik. Kemudian dari situ lah saya mulai belajar mengolah sampah rumah tangga. Saya dibuatkan tong pengolah limbah organik. Dan saya diberi materi oleh Pak Heru. Jika kalian ingin berkonsultasi dengan Pak Heru, silahkan hubungi https://www.facebook.com/herurajaneresik?fref=ts, melalui chat. Dengan tabung pengolahan tersebut, sampah rumah tangga di rumah saya mulai berkurang & justru saya mampu memproduksi pupuk cair sendiri. Berikut ini materi yang dibuat pak Heru https://drive.google.com/file/d/0B7Y4v8LqIz7nVm04N1ZZQzg1ZzA/view?usp=sharing

Yang paling sulit menjadi aktivis lingkungan adalah konsistensi dalam menjalani green lifestyle. Bismillah....semoga konsisten ya dalam mengolah sampah rumah tangga.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing Peliharaan