Surat untuk Presiden RI_Dampak Buruk Perdagangan Bebaa

Beberapa bulan yang lalu saya mengikuti perlombaan untuk membuat surat. Tapi entah kenapa hari ini belum ada kabar mengenai hasil pengumumannya. Daripada hati kecewa, lebih baik saya share saja surat yang saya buat.







Semarang, 21 September 2013

Yth. Presiden Republik Indonesia
di tempat


Assalamu’alaikum wr. wb. ,
Perkenalkan, nama saya Marya Rusnizar, mahasiswa semester 5 Ilmu Perpustakaan Undip. Saya berharap semoga Bapak Presiden dan sekeluarga selalu dilimpahkan rahmat dan kesehatan oleh Allah SWT. Di sini saya akan menanggapi  mengenai Indonesia mendukung adanya perdagangan bebas. Dibuktikan dengan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) dan Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (KTM WTO) pada tahun ini.
Sebagai salah satu negara yang telah diakui dunia, Indonesia  mengikuti kesepakatan perdagangan dari hasil perundingan internasional yaitu adanya suatu pergadangan bebas. Dengan adanya perdanganga bebas, memungkinkan suatu negara untuk mengimpor atau mengekspor barang perdagangannya. Hal itu berdampak buruk ketika negara kita jadi terlalu banyak mengimpor barang karena kebutuhan dalam negeri tidak dapat terpenuhi sehingga ekonomi Indonesia tidak stabil. Inflansi harga bahan pokok menjulang tinggi dan yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil. Yang biasanya bisa makan nasi kini hanya bisa makan nasi aking. Tempe saja tidak terbeli, apalagi ikan dan daging. Bagaimana SDM kita bisa mengalami kemajuan bila asupan gizi yang diperoleh rakyat kita tidak tercukupi dengan baik? Belum lagi biaya pendidikan yang kian lama kian mahal dan pendidikan gratis hanya sampai pada bangku SMP, sehingga banyak anak yang putus sekolah.
Perdagangan bebas hanya menguntungkan negara maju saja. Sedangkan kita, sebagai negara berkembang, tereksploitasi & terlalu bergantung dengan impor barang dari luar negeri. UKM-UKM yang harusnya bisa diperdayakan menjadi kalah saing dengan perusahan-perusahan besar yang bermodal kuat. Sehingga terjadi kesenjangan ekonomi di Indonesia. Dan pemerintah dengan kebijakan-kebijakannya, tidak mampu memproteksi rakyat kecil. Banyak masyarakat kita yang kekurangan makan dan tidak mempunyai tmpat tinggal.
Tidak ada salahnya dengan perdagangan bebas bila kita bisa memanfaatkan perdagangan bebas dengan baik. Seperti halnya dengan RRC yang memanfaatkan perdagangan bebas dengan sangat baik. Untuk itu, pemerintah, pengusaha-pengusaha besar dan pakar ekonomi di Indonesia, perlu bersinergi untuk perekonomian Indonesia yang lebih baik tanpa memikirkan dirinya sendiri dan tujuannya masing-masing.
Hanya sekian yang dapat saya sampaikan. Saya mohon sebesar-besarnya bila ada kata dari saya yang kurang berkenan di hati Bapak Presiden.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing Peliharaan