Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Perbedaan Mendasar Antara Budaya Masyarakat Jepang dan Budaya Masyarakat Indonesia

Mungkin kita, termasuk saya sendiri, dibesarkan dalam kultur dan habitus penuh syak wasangka. Kita kerap memandang negatif terhadap apapun. Sejak kita keluar rumah, insting “alert” kita sudah menyala. Mulai dari copet, pengendara motor yang liar, pencuri kaca spion, hingga pengemudi mobil yang saling menyerobot. Anak-anak kita pun diajarkan budaya syak wasangka sejak kecil, kita pesankan pada mereka untuk selalu hati-hati kalau ada teman yang iseng, orang lain yang jahat, hingga berbagai penipuan, baik melalui telepon, BBM, atau SMS. Hal ini tentu tak sepenuhnya salah, karena kita dibesarkan dalam lingkungan yang penuh prasangka. Kultur syak wasangka ini tentu tak muncul dengan sendirinya. Tingginya kasus penipuan, kriminalitas, dan kebiasaan “ngakalin” di negeri kita, menjadikan habitus itu tanpa kita sadari merasuk dalam pribadi kita, termasuk saya. Kita, seolah memiliki kacamata “syak wasangka” dalam melihat segala sesuatunya. Sebagaimana dikatakan filsuf Immanuel Ka…

data pribadi

perkenalkan nama saya marya ^^
umur saya 19 tahun.anak pertama & tercantik dr tiga bersaudara (scr anak perempuan satu2nya)
sekarang sedang menempuh kuliah semester dua di Ilmu Perpustakaan Undip